Subjek utama permainan kali ini adalah William Easton, seorang eksekutif perusahaan asuransi kesehatan yang kejam. William memiliki formula matematika untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan klaim asuransi dan siapa yang harus dibiarkan mati—kebijakan yang pernah menolak klaim John Kramer (Jigsaw) di masa lalu.
William diculik dan dipaksa melewati serangkaian ujian di mana ia harus memilih siapa di antara rekan kerjanya yang boleh hidup dan siapa yang harus mati, menggunakan logika yang sama dengan formula asuransinya. Salah satu jebakan paling ikonik dalam film ini adalah "Shotgun Merry-Go-Round", di mana William harus memilih dua dari enam stafnya untuk selamat sementara sisanya ditembak.
Di sisi lain, Detektif Hoffman (penerus Jigsaw) semakin terdesak. Agen FBI Erickson dan Perez (yang ternyata masih hidup) mulai mencurigai Hoffman setelah menemukan bukti bahwa sidik jari Agen Strahm di TKP adalah palsu. Mereka menggunakan analisis suara untuk mengungkap identitas asli di balik rekaman kaset Jigsaw. Menyadari penyamarannya terbongkar, Hoffman membunuh kedua agen tersebut dan membakar laboratorium mereka untuk menghilangkan jejak.
Film ini memiliki dua kejutan besar yang saling berkaitan:
- Keluarga Korban: Sepanjang film, penonton diperlihatkan seorang ibu (Tara) dan putranya (Brent) di sebuah ruangan kaca yang mengawasi William. Awalnya mereka dikira sebagai keluarga William, namun terungkap bahwa mereka adalah keluarga Harold Abbott, pria yang meninggal karena klaim asuransinya ditolak oleh William. Keputusan akhir apakah William hidup atau mati bukan ada di tangan William, melainkan di tangan Brent yang dendam. Brent menarik tuas yang menyuntikkan asam hidrofluorik ke tubuh William hingga ia tewas mengenaskan.
- Ujian Terakhir Hoffman: Sesuai wasiat John Kramer, istrinya (Jill Tuck) menjalankan misi terakhir: menguji Hoffman. Jill memasangkan Reverse Bear Trap versi terbaru ke kepala Hoffman tanpa memberinya kunci untuk meloloskan diri. Namun, dengan cara yang sangat brutal, Hoffman berhasil selamat dengan menghancurkan tangannya dan mengganjal jebakan tersebut di jeruji jendela pintu, meskipun wajahnya robek parah.