Station Eleven mengisahkan kehidupan para penyintas pasca-pandemi global yang menghancurkan peradaban, berpusat pada sekelompok seniman keliling bernama Simfoni Keliling yang mementaskan karya Shakespeare di wilayah Great Lakes. Cerita mengikuti tiga linimasa yang saling terkait: sebelum pandemi, di mana seorang aktor bernama Arthur Leander meninggal di atas panggung; saat pandemi meletus dan menghancurkan dunia; dan 20 tahun kemudian, saat Kirsten Raymonde, yang pernah menjadi aktor cilik dalam drama Arthur, bergabung dengan Simfoni Keliling dan bertemu dengan kelompok lain, termasuk seorang pengikut fanatik yang misterius.
- Masa lalu: Menceritakan Arthur Leander, seorang aktor bintang yang meninggal karena serangan jantung di atas panggung saat mementaskan King Lear tepat sebelum pandemi flu menghancurkan dunia.
- Pandemi meletus: Menunjukkan kehancuran peradaban dengan cepat akibat flu Georgia yang mematikan. Sistem komunikasi dan transportasi runtuh, meninggalkan banyak orang terisolasi dan tidak tahu nasib orang-orang terkasih mereka.
- Dua puluh tahun kemudian: Mengikuti Kirsten Raymonde, yang dulunya adalah seorang aktris cilik yang menyaksikan kematian Arthur. Sekarang ia menjadi bagian dari Simfoni Keliling, sebuah kelompok teater keliling yang berkelana di wilayah Great Lakes, memainkan karya Shakespeare untuk para penyintas.
- Konflik utama: Saat Simfoni Keliling melakukan tur, mereka bertemu dengan seorang pria misterius yang dikenal sebagai "Sang Nabi" (The Prophet), yang masa lalunya ternyata terhubung secara tidak sengaja dengan Arthur Leander. Miniseri ini menjelajahi hubungan antara para karakter, dampak pandemi terhadap kehidupan mereka, dan bagaimana seni dan harapan dapat bertahan di dunia yang hancur.