The Last of the Sea Women adalah film dokumenter tahun 2024 yang mengisahkan komunitas penyelam perempuan Korea Selatan, haenyeo, di Pulau Jeju. Film ini berfokus pada tradisi yang sekarat ini, di mana para haenyeo yang menua berjuang untuk menjaga cara hidup mereka melawan ancaman seperti perubahan iklim dan berkurangnya jumlah mereka. Film ini juga menyoroti bagaimana generasi muda haenyeo mencoba menghidupkan kembali budaya mereka melalui media sosial, sambil menunjukkan persahabatan, kemandirian, dan semangat pantang menyerah dari para wanita yang menakjubkan ini.
- Tentang Haenyeo: Haenyeo adalah kelompok wanita di Pulau Jeju yang mencari nafkah dengan menyelam bebas di laut untuk memanen makanan laut, sering disebut sebagai "putri duyung kehidupan nyata". Mereka melakukan ini tanpa alat bantu oksigen dan mampu menahan napas selama hampir dua menit.
- Ancaman terhadap Tradisi: Komunitas ini berada dalam bahaya karena jumlah haenyeo yang menua (kebanyakan berusia 60-an, 70-an, dan 80-an) dan fakta bahwa generasi muda semakin sedikit yang tertarik pada pekerjaan yang menuntut secara fisik ini.
- Perjuangan dan Ketahanan: Film ini menampilkan perjuangan para haenyeo untuk melindungi lautan mereka dan budaya mereka. Ini menunjukkan semangat, kekuatan, dan ketahanan luar biasa mereka yang menghadapi kekuatan alam dan tantangan lainnya.
- Harapan Generasi Muda: Di samping para wanita yang lebih tua, film ini juga memperkenalkan dua haenyeo muda yang berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur mereka dengan menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang profesi mereka.