Film Cabrini bercerita tentang Suster Francesca Cabrini, seorang misionaris Katolik Italia yang berjuang di New York tahun 1889 untuk membantu imigran Italia yang hidup dalam kemiskinan. Ia menghadapi tantangan besar dari seksisme, kefanatikan anti-Italia, dan permusuhan dari pihak gereja maupun pemerintah. Meskipun kesehatannya lemah dan bahasa Inggrisnya terbatas, ia menggunakan kecerdasan dan ketabahannya untuk membangun jaringan sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan untuk membangun harapan bagi komunitas yang tertindas.
- Tantangan Awal: Cabrini awalnya ingin pergi ke Tiongkok sebagai misionaris, tetapi Paus Leo XIII mengutusnya ke New York untuk melayani imigran Italia yang miskin dan putus asa.
- Perjuangan di New York: Ia dan para susternya disambut dengan penyakit, kemiskinan, dan prasangka di lingkungan slums seperti Five Points. Ia harus menghadapi tokoh-tokoh seperti walikota yang sinis dan uskup agung yang menentangnya.
- Membangun "Kerajaan Harapan": Dengan bantuan beberapa orang yang memiliki niat baik, Cabrini mendirikan panti asuhan dan rumah sakit, serta melawan diskriminasi rasial yang terjadi.
- Warisan: Dedikasi gigihnya membuat ia membangun institusi di seluruh dunia dan diakui sebagai Pelindung Imigran. Film ini adalah kisah tentang keberanian, ketekunan, dan keadilan yang ia perjuangkan sepanjang hidupnya.